Gus Muhdlor Syukuran Bersama Warga Atas Rampungnya Pembangunan Jembatan Shirotol Mustaqim Klurak Sidoarjo

SIDOARJO(jurnalsidoarjo.com) – Jembatan yang dinanti-nanti warga Desa Klurak Kecamatan Candi itu akhirnya selesai dibangun. Sudah puluhan tahun warga Desa Klurak mendambakan jembatan Klurak itu dibangun kokoh. Sebelumnya warga Klurak membangun jembatan itu secara swadaya. Pondasinya dibangun dari kayu. Beberapa kali rusak dimakan usia. Sempat juga struktur pondasinya memakai tiang cor.

Namun itu juga tidak bertahan lama. Air sungai menggerus tiang cor kecil itu sedikit demi sedikit. Tak ayal kondisi jembatan itu mengkhawatirkan saat dilewati. Bahkan sempat memakan korban. Beberapa kali pengendara sepeda bahkan motor sempat tercebur.

Kini warga Klurak bahagia. Jembatan yang dulu ringkih kini terbangun kokoh. Warga kini sudah tidak lagi khawatir bila hendak melewatinya. Warga Klurak sendiri menamakan jembatan itu jembatan Shirotol Mustaqim. Namanya mengingatkan kita pada jembatan yaumul akhir.

Jembatan yang kelak kita lalui menuju surga ataukah neraka. Panjangnya 24 meter, lebarnya 3 meter. Jembatan itu menjadi penghubung Desa Klurak dan Desa Balongdowo Kecamatan Candi. Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp. 1,4 milyar itu hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua saja.

Sore tadi, Minggu, (24/12), warga Desa Klurak syukuran atas selesainya pembangunan jembatan Klurak atau jembatan Shirotol Mustaqim itu. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali hadir bersama warga yang menggelar syukuran di samping jembatan tersebut.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu berharap keberadaan jembatan Shirotol Mustaqim menjadi penguat dan perekat dua desa. Pasalnya jembatan itu menjadi penghubung antara warga Desa Klurak dan warga Desa Balongdowo Kecamatan Candi.

“Semoga jembatan ini menjadi penguat dan perekat dua desa yang selalu melewati jembatan ini,”ucapnya

Gus Muhdlor mengatakan jembatan Shirotol Mustaqim merupakan jembatan yang vital bagi masyarakat. Pasalnya menjadi aksesibilitas yang cepat bagi warga ke desa lain. Oleh karenanya mobilitas warga yang melewati jembatan itu cukup tinggi.

“Aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Sidoarjo yang melewati jembatan ini cukup tinggi, oleh karenanya jembatan ini sangat dibutuhkan keberadaannya,”ujarnya. (*)