Bupati Sidoarjo Hadiri High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Forkopimda Jawa Timur

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Mendekati Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Pemprov Jatim menggelar High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Forkopimda Jawa Timur di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (20/02). Salah satu yang menjadi perhatian dalam Rakor pengendalian inflasi ini adalah masalah ketersediaan pangan khususnya beras.

Dalam rapat ini dihadiri seluruh Forkopimda se-Jatim, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, serta kepala Badan Pusat Statistik Jatim, juga dari unsur TNI – POLRI. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam paparannya, peningkatan harga beras yang belakangan terjadi menjadi salah satu penyebab inflasi. Selain itu, inflasi juga ditengarai akibat kenaikan harga BBM dan volatile food. Volatile food sendiri merupakan perubahan harga untuk menjaga stabilitas komoditas harga pangan. Ketika terjadi krisis maka fungsi volatile food adalah menekan harga bahan pangan walau hanya dalam jangkauan yang wajar.

“Kebijakan volatile food dilakukan agar menghindari kelangkaan pangan pada saat krisis terjadi,” ujar Khofifah.

Namun demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sebetulnya belakangan ini harga beras sudah mulai turun dan dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di beberapa daerah. Meskipun masih ada beberapa daerah dengan harga beras cukup tinggi, yakni dikisaran Rp12.000/Kg.

“Sebetulnya kalau beras sudah mulai banyak di bawah HET, yaitu Rp. 8.800 sedangkan HET-nya Rp. 9.450,” tegasnya.

Terkait dengan stok beras, Gubernur Khofifah menandaskan bahwa untuk stok di Jatim masih aman. Ia mengungkapkan pada Minggu ketiga Februari ini akan panen 60 ribu ton, dan Minggu keempat Februari akan panen sebanyak 70 ribu ton. Kemudian pada bulan Maret nanti diprediksikan stok beras di Jatim akan mencapai 1.000.050 ton.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait dengan stok beras akan lebih digencarkan lagi untuk memastikan tidak akan ada kekosongan di pasar. “Karena, 23 Maret akan masuk bulan Ramadhan, dan persiapan semua stok logistik kita pastikan aman,” ujarnya. (E1)