BPJS Kesehatan Gandeng Komisi Informasi Jatim Dan Media Massifkan Program Kepesertaan JKN

SURABAYA (jurnalsidoarjo.com) – Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Timur dr I Made Puja Yasa menggandeng Ketua Komisi Informasi Jawa timur Imadoeddin bersama para Insan Pers Jawa Timur. Mereka terlibat dalam kegiatan media gathering bertajuk Optimalisasi Komunikasi di Era Keterbukaan Informasi dan New Media dalam Pelaksanaan Program JKN di Jatim ini digelar, Senin (26/09) di Hotel Santika Gubeng, Surabaya.

“Kegiatan ini dilakukan setelah Tahun 2021 dinobatkan sebagai Badan Publik Informatif Kategori Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi Publik RI,” ujar Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Timur, dr I Made Puja Yasa.

Lebih jauh, Puja tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada tim komunikasi informasi publik yang selama ini mengawal dan ikut berkolaborasi dengan media dalam upaya peningkatan persebaran informasi dan berita positif terkait dengan program JKN.

“Ini sudah barang tentu menjadi motivasi kepada kami. Menjadi spirit (semangat) buat kami dalam memastikan prinsip transparasi akuntabilitas dan tata kelola yang baik dalam pelaksanaan program JKN,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Puja, nanti akan dipaparkan pelaksanaan program JKN baik dalam segi progres maupun beberapa kemudahan pelayanannya. Hal ini sudah diupayakan dalam program JKN. Tujuannya, agar bisa memberi manfaat yang lebih maksimal buat peserta JKN.

“Termasuk upaya pemerintah pusat menerbitkan Inpres Nomor 1 Tahun 2022 sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan program JKN. Sudah barang tentu, Inpres saat ini berharga buat kami dalam melakukan kolaborasi seperti saat ini yang kami lakukan dengan teman-teman media dalam mendorong pemahaman masyarakat khususnya terkait program JKN,” tegasnya.

Puja merinci cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur sampai dengan 1 September 2022 mencapai 82,26 persen atau sebanyak 33.845.129 jiwa dan yang belum terdaftar sebagai peserta JKN sebanyak 7.298.938 jiwa. Dari jumlah ini hanya ada tiga kabupaten/ kota yang cakupannya mencapai 100 persen. Ketiga wilayah itu yakni Kota Mojokerto sebanyak 140.442, Kabupaten Sampang jumlah peserta 950.430 jiwa serta Kota Malang 867.042 jiwa.

“Sedangkan Kota Surabaya capaiannya mencapai 99.92 persen atau sebanyak 2.970.365 jiwa dari jumlah penduduk 2.972.801 jiwa,” ungkapnya.

Kemudian yang terendah yaitu Kabupaten Blitar dengan jumlah peserta 788.352 jiwa atau sebanyak 64.08 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 1.230.232 jiwa. Karena itu, semua dibutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk swasta, pemerintah, akademi dan kelompok masyarakat untuk berkolaborasi meningkatkan kepesertaan JKN.

“Saat ini, kami terus berupaya untuk meningkatkan kemudahan layanan. Salah satunya, dengan melakukan inovasi kemudahan layanan, aplikasi mobile JKN, skrining riwayat kesehatan dan penyampaian data serta informasi ke masyarakat. Selain itu, juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pesantren di Jatim,” urainya.

Sementara ada beberapa upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan kepesertaan JKN. Diantaranya sosialisasi bersama antara Polda Jatim dengan BPJS Kesehatan soal restorative justice kepatuhan badan usaha.

“Kami telah melakukan sinergi dan koordinasi dengan kanwil pajak dan dinas koperasi dalam rangka sosialisasi bersama program-program JKN terbaru,” tandasnya. (E1)