BPJS Kesehatan dan Media Bersinergi, Optimalkan Mutu Layanan

Kepala cabang BPJS kesehatan Surabaya, Hernina Agustin Arifin

SURABAYA (jurnalsidoarjo.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi tonggak penting dalam penyediaan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. BPJS Kesehatan cabang Surabaya mengadakan acara Cangkruk Bareng Media dalam rangka pentingnya peningkatan mutu layanan, Selasa (26/09) di gedung Dyandra Convention Center Surabaya.

Arif Supriyono, Kepala BPJS Watch Jawa Timur menyampaikan bahwa sistem KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) yang bakal diterapkan oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Selama tiga tahun terakhir, BPJS Kesehatan berhasil mencatat surplus. Kondisi finansial JKN telah membaik dan tidak lagi menghadapi defisit. Namun, kita harus tetap berhati-hati. Sejarah mengingatkan bahwa tantangan defisit bisa saja muncul kembali dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ada tindakan yang tepat. Oleh karena itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk memfokuskan perhatian pada peningkatan mutu layanan,” ujarnya.

Adapun dalam upaya mempermudah akses dan layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan program E-SEP (Surat Eligibilitas Peserta) bagi peserta JKN. Dengan ini peserta dapat dengan mudah mengakses dan memperoleh layanan kesehatan tingkat lanjutan.

Kepala cabang BPJS kesehatan Surabaya, Hernina Agustin Arifin

Tentu hal itu diharapkan segera terealisasi agar sepadan dengan kenaikan tarif rata-rata sekitar 20%, yang setara dengan 28 triliun rupiah per tahun. Seperti diketahui, berbagai cerita negatif terkait pelayanan bagi peserta JKN sempat beredar dikalangan masyarakat.

Namun bukan hal yang tak mungkin jika hal itu dapat diubah menjadi citra positif, ketika peserta dapat merasakan langsung perhatian dan perawatan yang baik pada pelayanan yang telah mengalami peningkatan mutu.

Sementara itu, Kabag SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Surabaya Achmad Zammanar Azam menuturkan bahwa peningkatan mutu layanan bukan hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga seluruh sistem kesehatan yang ada di Indonesia.

“Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap peserta JKN mendapatkan pelayanan yang terbaik. Dengan demikian, kita dapat memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang dari Program Jaminan Kesehatan Nasional,” jelasnya.

Seperti diketahui, Salah satu tujuan utama JKN adalah mencapai Universal Health Coverage (UHC), yaitu ketersediaan pelayanan kesehatan yang merata bagi semua warga Indonesia.

Untuk mencapai tujuan ini, peserta harus merasa percaya kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara terbaik program JKN. Terutama bagi kelompok “missing middle” yang belum yakin untuk mendaftar. Maka, peningkatan mutu layanan menjadi salah satu kunci yang dapat meyakinkan mereka tentang manfaat bergabung dengan program ini. (E1)