Puncak Pandemi Covid 19 diperkirakan 10 April, Butuh Ruang Isolasi Lagi

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Hingga saat ini pandemi covid 19 di Kabupaten Sidoarjo belum meredah malah cenderung meningkat. Untuk pencegahan penyebaran Covid 19 ini, Plt Bupati Sidoarjo, Forkopimda, DPRD Sidoarjo, Pimpinan TNI di Wilayah Kabupaten Sidoarjo, Sekda, Direktur RSUD Sidoarjo dan para Kepala OPD se- Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Rapat Koordinasi, Kemarin, Rabu (01/04) di Pendopo Delta Wibawa.

Beberapa hari yang lalu, Plt Bupati Sidoarjo dan tim Gugus tugas telah meninjau langsung rumah sakit yang ditunjuk untuk isolasi covid 19. Dengan kondisi saat ini untuk mengantisipasi bertambahnya ODP maupun PDP covid 19. Pemkab Sidoarjo bersama pihak terkait berupaya untuk menyediakan ruang isolasi baru, jelas Sekda Kab Sidoarjo, Drs. Achmad Zaini.

Masih menurutnya, hasil perhitungan dengan tim keuangan, perencanaan penambahan 38 ruang isolasi baru, sampai perawatan disana semua membutuhkan budget lebih kurang 70 Milyar lebih selama 3 bulan. Untuk itu perlu kita sepakati bersama penetapan lokasi penambahan ruang isolasi. Dan untuk pengelolaan ruang isolasi baru ini dibawah RSUD atau dinas Kesehatan?.

Dan untuk BPBD Sidoarjo telah mengalokasikan bilik steril, kalau melihat dari keefektifannya apa sebaiknya di geser ke cuci tangan, karena permintaan cuci tangan bertambah banyak. Sesuai perintah SOP Covid 19, virus ini akan hilang dengan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan jaga jarak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Syaf Satriawan, menjelaskan bahwa kondisi covid di Sidoarjo, saat ini PDP kita ada 52 orang dan ada penambahan 12 orang jadi 64 orang. Untuk ODP-nya 178 orang kemungkinan masih bertambah lagi, dan untuk conform atau pasien yang positif 10 orang, ada kemungkinan lagi bertambah 2 pasien positif.

Untuk yang meninggal dunia ada 4 orang, 3 pasien PDP negatif, 1 yang positif, namun pengakuan dari Provinsi hanya yang positif. Tata laksana pemakaman pasien PDP kami samakan dengan yang positif. Sedangkan pasien sembuh dari PDP ada 8 orang. Semua pasien PDP per tanggal 1 April akan dimonitor oleh Satpol PP, Polres dan Kodim. Mereka akan dijaga untuk tetap berada dirumah, makanan dan kehidupannya akan dicukupi oleh Dinas sosial, selama masa inkubasi. Kalau benar-benar sudah dinyatakan sehat sehat, boleh beraktivitas lagi dilingkungannya.

Untuk penambahan PDP cukup besar, karena untuk tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit yang statusnya PDP awalnya ada 23 orang setelah disaring jadi 21 orang dan harus beristirahat dirumah. “Terkait dengan jumlah penambahan PDP dan pergerakan dari PDP menuju positif covid 19, diperkirakan puncaknya pada tanggal 10 – 15 April mendatang,” jelasnya.

Dari jumlah PDP saat ini 64 orang, dengan melihat daya tampung 5 rumah sakit keseluruhan hanya 32. Berarti setengahnya diisolasi di rumah. Ini butuh kerjasama lintas sektor untuk memantau perkembangannya kalau menurun berarti harus geser ke rumah sakit.

Dari Dinkes Sidoarjo untuk penambahan 38 ruang isolasi baru, diusulkan di Puskesmas yang baru jadi tapi belum ditempati di Desa Sidodadi, namun ada penolakan dari warga. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien PDP maupun yang positif, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, atas persetujuan dari pemerintah pusat, menyediakan ruang isolasi baru di daerah Tulangan.

Dan untuk keluarga miskin yang terdampak covid 19 ini akan mendapat bantuan dari pemerintah daerah berupa sembako. “untuk itu mohon datanya benar-benar sesuai koordinasikan dengan pihak kecamatan dan desa setempat,” pintanya.

Mengenai kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker untuk tenaga medis dan pasien, mohon Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo untuk turut mencarikan solusi. Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Sumardji, beserta satgas pengamanan lainnya telah melaksanakan penutupan tempat hiburan malam dan Warkop terutama di zona merah, serta himbauan untuk physical distancing atau jaga jarak.

“Namun yang menjadi kendala besar, masih banyak masyarakat sidoarjo yang menganggap remeh pandemi covid 19 ini, di beberapa tempat salah satunya di warkop terutama di daerah zona kuning, mohon untuk pemerintah daerah membuat himbauan untuk pemberlakuan jam malam,” pintanya. Menanggapi permasalahan kondisi masyarakat sidoarjo dan para karyawan yang bekerja di perusahaan, Plt Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Cak Nur, meminta kepada Sekda dan OPD terkait untuk membuat surat edaran, termasuk juga untuk karantina wilayah. (E1)