Pemkab Sidoarjo Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo,melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo menyerahkan bantuan kepada korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang tertimpa musibah.

Didampingi Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Kab Sidoarjo Heri Susanto, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Jusuf Isnajanto dan Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito, bantuan diserahkan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin kepada Letkol POM Muhammad Rudi Kepala Dinas Operasi Lanud Muljono Juanda Sidoarjo untuk kemudian dikirim melalui pesawat Air Force Indonesia milik TNI Angkatan Udara, di Base Ops Lanudal Juanda, Sabtu, (24/11)

Bantuan yang dikirim berupa kebutuhan pokok, seperti beras sebanyak 1,3 ton, 113 kg minyak goreng, 107 kg gula pasir, 51 kg bubur bayi, 246 kg pampers, 86 dus air mineral, 282 dus mie instan, 137 kg susu bubuk bayi, 143 kg pembalut wanita, dan perlangkapan lainnya, seperti selimut, sarung, baju dan sabun.

Selain bantuan barang, Pemkab Sidoarjo juga menyalurkan bantuan uang senilai Rp. 928.051.522 uang tersebut akan dikirim via transfer. Bantuan tersebut merupakan donasi yang berasal dari jajaran instansi pemkab Sidoarjo dan elemen masyarakat.

“Bantuan yang kita serahkan merupakan donasi dari berbagai instansi dilingkungan pemkab Sidoarjo termasuk bantuan uang yang telah terkumpul akan ditransfer langsung ke pemerintah setempat,” kata Dwijo Prawito Kepala BPBD Sidoarjo.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syiafuddin juga menyampaikan bahwa sesama anak bangsa tentunya semua pihak sangat prihatin dan sedih.
Ia juga berterimakasih yang ikut memberikan bantuan melalui program Sidoarjo Peduli Korban Gempa Palu dan Donggala dengan mengirim sedikit bantuan berupa barang ataupun uang.

“Kita sangat prihatin melihat bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah,” kata Nur Ahmad singkat. (IH)