Pemkab Sidoarjo bersama RMI MWC NU Waru Rapid Test Santri Ponpes

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Pemkab Sidoarjo fasilitasi rapid test yang digelar RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) MWC NU Waru kepada para santri. Rapid test gratis dilakukan kepada para santri yang akan kembali ke Pondok Pesantren/Ponpes bulan Juli ini. Terdaftar 160 santri yang ikut dalam rapid test yang digelar di kantor MWC NU Waru pagi tadi, Jumat, (03/07).

Plt Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH yang akrab disapa Cak Nur didampingi Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman hadir melihat pelaksanaan rapid test tersebut.

Cak Nur mengatakan Pemkab Sidoarjo berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada pondok pesantren terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya fasilitas rapid test gratis kepada para santri Ponpes. Pengasuh Ponpes maupun lembaga lain seperti RMI dapat mengajukan permintaan rapid test kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo. Dirinya juga telah memerintahkan kepada kepala dinas kesehatan untuk menyediakan rapid test yang cukup bagi Ponpes.

“Dari pemerintah akan senantiasa memberikan pelayanan kepada santri-santri pondok pesantren yang memang menginginkan rapid test, apabila ada pengasuh pondok atau RMI minta maka kami akan melayani dengan baik,” ujarnya.

Cak Nur berharap para santri tidak terkendala permintaan rapid test untuk dapat mondok kembali. Bagi santri yang akan kembali ke Ponpes di luar Sidoarjo dapat membawa hasil rapid test yang menjadi syaratnya. Begitu pula kepada Ponpes yang ada di Sidoarjo dapat mengajukan permintaan rapid test kepada para santrinya yang datang dari luar Sidoarjo.

“Jadi anak-anak yang mau mondok di Sidoarjo, kami juga akan menyiapkan apabila pondok pesantrennya memohon, begitu pula anak-anak yang mau mondok diluar Sidoarjo yang itu (hasil rapid test) dipersyaratkan, maka kami akan mempersiapkan,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman berharap anak-anak tidak panik bila hasil rapid test nya menunjukkan reaktif. Dikatakannya rapid test merupakan tindakan untuk mengetahui antigen antibody pada tubuh seseorang. Oleh karenanya hasil reaktif pada rapid tes bukan berarti orang tersebut positif Covid-19. Untuk mengetahui positif tidaknya Covid-19 perlu pemeriksaan lanjutan seperti Swab test. “Jadi anak-anak kalau hasilnya reaktif terus di judge seolah-olah sudah Covid, belum tentu, belum tentu,” ucapnya.

drg. Syaf Satriawarman juga mengatakan seseorang yang reaktif tidak perlu langsung di swab test. Dapat menunggu seminggu atau sepuluh hari untuk dapat dilakukan Swab. Bila selama itu tidak ada gejala Covid-19 maka tidak diperlukan Swab test. Informasi tersebut didapat dari pertemuannya kemarin malam dengan WHO. Oleh karenanya masyarakat diharapkan tidak cemas bila hasil rapid test nya menunjukkan reaktif.

Ketua RMI MWC NU Waru KH. Mohammad Syakir Ridlo mengatakan rapid test menjadi syarat bagi santri untuk dapat kembali ke pondok pesantren. Oleh karenanya dirinya memfasilitasi pelaksanaan rapid test kali ini dengan menggandeng Dinas Kesehatan Sidoarjo. Pelaksanaan rapid test akan digelar sebanyak dua kali. Rapid test tahap pertama yang digelar hari ini khusus bagi santri yang akan kembali mondok bulan Juli ini.

Sedangkan rapid test tahap ke dua akan di gelar bulan Agustus besok. Rapid tes tahap kedua tersebut untuk memfasilitasi santri yang akan kembali ke pondok pesantren bulan Agustus mendatang. “Untuk tahap kedua nanti awal Agustus, ada sekitar 200 lebih,” ucapnya. (E1)