Nyono Divonis 3,5 Tahun Penjara

 

     MAJELIS hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis ringan kepada Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan penjara. Majelis hakim menilai terdakwa terbukti menerima suap dari Inna untuk menetapkan Inna Silestowati sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif. Total suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta.

Putusan hakim ini lebih ringan jika dibandingan tuntutan yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK dengan delapan tahun penjara. Nyono terbukti secara sah melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Dengan hasil ini Unggul Warso memvonis Nyono dengan 3,5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan penjara. “Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan yang dijatuhkan,” ucap Unggul Warso Mukti di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda, Selasa (4/9).

Usai sidang, JPU KPK Wawan Yunarwanto mengaku kecewa dengan putusan hakim yang menjatuhkan putusan ringan. Selain itu tidak mengindahkan pasal 12 huruf a tentang tindak pidana korupsi yang menjadi acuan JPU dari KPK. “Mereka menyampaikan bahwa meeting of mind (kesamaan niat) yang dimaksudkan dalam pasal 12 a tidak harus ada perbuatan dari pelaku (terdakwa). Tapi cukup diketahui tujuan bahwa diberikannya uang itu cukup untuk didakwakan dengan pasal itu,” ucapnya.

Namun Wawan mengatakan jika hak perpolitik dari terdakwa juga dicabut oleh majelis hakim. “Kami hanya kecewa dengan hasil putusan hakim soal putusan ini, jadi ini kami masih pikir pikir dulu,” ucapnya.

Ketua Tim Penasehat Hukum Soesilo Ariwibowo menyampaikan pihaknya mengambil sikap pikir-pikir. Ia setuju dengan pasal 11 yang dikenakan oleh majelis hakim kepada terdakwa. “Karena sikap yang diambil Nyono pasif sebagaimana sesuai dengan pasal 11,” terang Soesilo. (TU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *