KPU Sidoarjo Berharap Pemangkasan Anggaran Pilkada tidak Besar

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Pesta demokrasi 2020 di Sidoarjo terus dipersiapkan, salah satunya kesiapan penyelenggara pemilu. Seperti rancangan anggaran biaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo mulai ada titik terang.

“Insyaallah di Sidoarjo tepat tanggal satu Oktober sudah NPHD,” kata ketua KPU Sidoarjo, Mokhammad Iskak, usai sosialisasi laporan pemilu, di Pendopo Kamis (19/9/2019).

Dikatakan Iskak, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sidoarjo, KPU mengajukan biaya anggaran senilai Rp 63 miliar. Meski dalam perjalanan pengajuan anggaran ada perubahan itupun tidak signifikan.

“Paling tidak angka-angka yang kita ajukan sudah ada titik terang,” paparnya.

Menurut mantan Ketua PMII Sidoarjo ini, bahkan dalam pengajuan baiya angggaran pemilu itu ada pemangkasan anggaran. Oleh karenanya, ia berharap pengurangan anggaran tidak terlalu besar.

“Kita berharap jadi Rp 61 berapa atau Rp 62. Kita sudah kordinasi insyaallah diangka 60 lebih dan sebenarnya itu angka sangat rasional,” tukasnya.

Sedangkan untuk rancangan anggaran biaya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo pada pilkada mendatang mengajukan anggaran sebesar Rp 21 miliar dengan kebutuhan kepegawsan pemilu.

“Sekitar kurang lebih sekitar Rp 21 miliar keatas,” kata Agung Nugraha, Komisioner Bawaslu Sidoarjo.

Agung menambahkan pada pilkada mendatang, Bawaslu melakukan pola pengawasan adalah tentang sosialisasi pendidikan partisipasi politik pada masyarakat. Terutama pengawasan bersama, utamanya pencegahan politik uang.

“Terkait pilkada mendatang lebih pada sosialisasi dan mengajak masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran,” tutupnya. (IH)