Implementasi Gasmin untuk CSR Minarak Brantas Gas kepada IKM Telor Asin UD Adon Jaya dan IKM Kerupuk di Sidoarjo

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana menyerahkan dua unit Gasifikasi Mini Batubara (GasMin) berkapasitas 10 kg, kepada Board of Director Minarak Brantas Gas, Muhamad Husen, yang akan langsung disumbangkan kepada IKM Telur Asin – UD Adon Jaya dan IKM Kerupuk Kamis (24/10).

Penyerahan gasmin hasil inovasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Batubara tersebut merupakan wujud kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Minarak Brantas Gas, sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap pengembangan ekonomi industri kecil menengah (IKM).

Menurut pemilik UD Adon Jaya, Sulaiman, telur asin yang dibuatnya ada rasa udang, kepiting, hingga rasa ikan salmon. Setelah menggunakan GasMin proses pemasakan telur Asin menjadi lebih cepat satu jam dan lebih efisien. Pengoperasian alat cukup mudah dan menghasilkan sumber panas yang banyak dan rencananya akan dimanfaatkan untuk pengovenan telor asin.

Pemilik IKM kerupuk, Muarofah mengatakan, ia dapat memasak lebih cepat setelah menggunakan GasMin. Selisih waktunya cukup signifikan, sekitar 1/2 sampai 1 jam bila dibandingkan dengan kayu bakar. Selama proses memasak tidak ada asap/polusi yang muncul,sehingga tidak mengakibatkan ketel menjadi hitam. Bahkan ia sudah bisa mengoperasikan sendiri Gasminnya.

Puslitbang Tekmira terus mengembangkan inovasi teknologi Gasifikasi Mini Batubara (Gasmin), agar dapat diimplementasikan untuk IKM. Gasmin genarasi pertama dirintis tahun 2007 dan teknologinya terus disempurnakan menjadi Gasmin generasi kedua, yang lebih sederhana baik dalam bentuk fisik, maupun pengoperasiannya.
Seiring penetapan Puslitbang Teknologi menjadi Badan Layanan Umum pada tahun 2018, Gasmin mulai dipasarkan secara komersial. Para penggunanya antara lain IKM Tempe Wonosari, industri Batik di Tasikmalaya. Pada Maret 2019, perusahaan asal Korea, PT Uvision Daehyup Indonesia (UDI) telah menggantikan sumber energi mesin pengering cocofiber sebagai oven (dryer) dengan gasmin kapasitas 30 kg. Tingkat efisiensi Gasmin pada industri ini sekitar 40 s.d. 50 persen.

Keunggulan penggunaan Gasmin selain pada efisiensi atau penghematan, artinya dengan penggunaan batubara untuk pengoperasian Gasmin apabila penggunaannya sudah masif dapat berdampak secara nasional meningkatkan hilirisasi batubara sekaligus penguatan batubara dalam negeri, sekaligus dapat mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat. (E1)