Hari Ke Dua HIMPAUDI Kab Sidoarjo mengadakan Workshop Dengan Tema “Pengelolaan Pembelajaran Bermuatan STEAM Dengan Media Loosepart”

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Dengan menggandeng Penerbit Erlangga Himpaudi Kabupaten Sidoarjo mengadakan Workshop Pengelolaan Pembelajaran Bermuatan STEAM Dengan Media Loosepart, Pembelajaran bermuatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics) merupakan pembelajaran yang menggunakan lima ilmu yakni pengetahuan, teknologi, teknik, seni dan matematika, secara menyeluruh dan berkaitan satu sama lain sebagai pola pemecahan masalah, Selasa (23/11).

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo Chusnul Chotimah. M.Pd menyampaikan, “Di era abad 21 seperti saat ini para pendidik PAUD harus selalu Upgrade pengetahuan yang menyangkut 4 (empat) kompetensi guru, baik kompetensi Pedagogik, Profesional, Kepribadian maupun Sosial”, Tutur beliu.

Dalam hal ini penyelenggaraan workshop pembelajaran bermuatan STEAM dengan media loosepart bertujuan agar pendidik dapat menggali potensi peserta didik supaya dapat berpikir kritis tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skill) dimana anak diberikan kesempatan kemerdekaan belajar dan dapat menemukan sendiri dalam pemecahan masalahnya.

Antusias para Guru PAUD dalam mengikuti Workshop, menandakan bahwa para Guru ingin terus belajar supaya mengetahui perkembangan dari masa ke masa, di hari ke dua Workshop di hadiri Peserta dari kecamatan Waru berjumblah 94 peserta, dan Balongbendo 30 peserta, adapun narasumber kali ini Suwarti Ifandy, M.Pd memaparkan Guru PAUD dalam mengajar harus tetap sabar dalam mengajar, dan selallu mengikuti era yang lebih moderen.

“Sekarang sudah jamanya teknologi, para pendidik harus bisa menyesuaikan, kita beri arahan dan support kepada mereka supaya bisa menjadi tambahan pengetahuan di dalam mengajar, pendidik harus tetap sabar dan semangat karena yang di hadapi adalah murid yang masih labil, dan kebanyakan masih belajar membaca dan menulis. Pendidikan usia dini diperlukan untuk memastikan saat anak memasuki usia 6 tahun ke atas, dia sudah memiliki fondasi untuk sukses”. Ujar Suwarti Ifandy, M.Pd selaku narasumber.

Tugas guru PAUD bukan hanya mengajar tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan, juga belajar anak. Untuk dapat berperan sebagai fasilitator tentunya guru PAUD harus memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar. Belajar terjadi karena ada proses yaitu interaksi antara individu dengan lingkungan. interaksi dengan lingkungan menimbulkan pengalaman, sedangkan hasil yang dicapai setelah belajar adalah prilaku yang meliputi pengetahuan sikap dan keterampilan.

Lanjut Suwarti Ifandy, M.Pd. “Anak adalah pembelajar aktif, belajar anak dipengaruhi pematangan. Belajar anak dipengaruhi lingkungan, anak belajar melalui kombinasi pengalaman fisik dan interaksi sosial, anak-anak belajar dengan gaya yang berbeda yaitu anak belajar melalui bermain”, imbuhnya.

Raut gembira dari peserta Workshop terlihat dari ceria senyum lebar yang hdair. Tarwiyah salah satu peserta mengatakan. “Luar biasa mantap Bu, pembicaranya mantul (mantap betul), matur suwun (terima kasih) tambah semangat lagi, ada banyak manfaat, dan bisa bertemu teman lama seperjuangan. HIMPAUDI hebat”, celoteh Peserta Workshop dari kecamatan Waru.

Sebelum masuk ruang acara Workshop, peserta mendapatkan bekal Masker dan Tissu basah untuk menjalankan protokol kesehatan ketika berada di tempat acara. (LIK)