Gedung SMA Prambon Belum Dibangun, BPD Mengadu ke Ketua DPRD

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kecamatan Prambon bersama Forum BPD Kabupaten Sidoarjo menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi warga Prambon terkait sarana pendidikan.

Ketua FPBD Prambon Sidoarjo, Sunandar mengatakan, gedung SMA Negeri Prambon sudah ditetapkan baik anggaran maupun perizinan pada tahun 2013 lalu. Tapi batal dibangun karena ada beberapa hal yang tidak singkron.

“Oleh sebab itu, BPD sebagai wadah aspirasi warganya dan tentunya melibatkan seluruh komponen masyarakat Prambon baik tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak sekolah, kepala desa dan lainnya menyampaikan hal itu kepada Ketua DPRD Sidoarjo, H Sulamul Hadi Nurmawan,” kata Sunandar, di rumah dinas Ketua DPRD, Sabtu (27/7).

Pihaknya berharap, Gus Wawan sapaan akrab Ketua DPRD Sidoarjo dapat mendukung pembangunan gedung sekolah menjadi skala prioritas di tahun 2020, dan ikut mengawal dalam proses maupun keputusan.

“Kami yakin bila pemerintah kabupaten Sidoarjo akan memperhatikan, tahun depan gedung SMA Negeri Prambon bisa terbangun. Mengingat Silpa di tahun 2018 hampir 1,28 trilyun,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Prambon hampir 85.000 jiwa. Seharusnya sudah memenuhi syarat, dibandingkan Kecamatan Tarik dan Kecamatan Krembung yang jumlah penduduknya di bawah 75.000 jiwa, namun sudah mempunyai gedung SMA Negeri.

“Berangkat dari semangat kebersamaan, yang awalnya BPD dianggap hanya bisa menuntut hak saja, tapi sekarang BPD mulai meyakinkan kepada masyarakat dan publik bahwa BPD juga ikut memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran, misalnya terkait sarana pendidikan seperti saat ini,” imbuhnya.

Ketua Umum FBPD Sidoarjo, Sigit Setiawan sangat mendukung langkah yang dilakukan warga Prambon. Menurutnya, sistem zonasi yang sudah ditetapkan harus diimbangi dengan sarana yang memadai. Oleh sebab itu, spirasi tersebut harus didukung seluruh komponen masyarakat, tidak hanya Forum BPD, tapi masyarakat secara luas.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh warga Prambon yaitu segera menggalang tanda tangan warga, 20 desa, untuk diserahkan ke Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk keseriusan bahwa sarana pendidikan gedung SMAN segera terwujud.

Sementara itu Ketua DPRD Sidoarjo, H Sulamul Hadi Nurmawan menyambut baik dan menyatakan terima kasih kepada Forum BPD, yang sangat peduli terhadap aspirasi warga Prambon terkait pembangunan gedung SMA Negeri.

Pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi itu dengan membuat surat ke propinsi. “Karena regulasi baru terkait kewenangan pembangun gedung SMA Negeri di Propinsi bukan pemerintah kabupaten lagi,” tutupnya. (IH)