Emak-emak Sindikat Pengedar Uang Palsu Diamankan di Mapolsek Sawahan

SURABAYA (jurnalsidoarjo.com) – Dua emak-emak pengedar uang palsu asal Bangkalan, Madura itu bernama Mardiana (49), warga asal Desa Jambu, Burneh dan Rahmawati (43) warga asal Desa Nongronggih, Perreng, Burneh diringkus Unit Reskrim Polsek Sawahan. Kedua wanita itu ditangkap setelah mengedarkan uang palsu di wilayah Simo dan Jalan Pacuan Kuda, Surabaya. Keduanya ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Sawahan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ristitanti di tempat berbeda.

“Dari kasus ini, kami sita barang bukti uang palsu bentuk rupiah pecahan 10 ribu sebanyak 517 lembar dan pecahan 20 ribu sebanyak 22 lembar,” terang Kapolsek Sawahan, AKP Wisnu Setyawan Kuncoro, Jumat (15/05).

Wisnu menambahkan, timnya menangkap terlebih dahulu tersangka Mardiana setelah teridentifikasi membeli rokok di sebuah toko di Simo Kwagean Kuburan menggunakan uang palsu pecahan 10 ribu.

“Setelah digeledah, tim kami menemukan uang palsu pecahan 10 ribu sebanyak 17 lembar dan pecahan 20 ribu sebanyak 22 lembar,” tambah Alumni AKPOL Tahun 2007 ini.

Barang bukti uang palsu yang disita Unit Reskrim Polsek Sawahan dari dua emak-emakBarang bukti uang palsu yang disita Unit Reskrim Polsek Sawahan dari dua emak-emak

Dalam pemeriksaan Mardiana mengaku bahwa ia mendapatkan uang palsu itu dari seorang wanita bermana Rahmawati. Mengantongi identitas dan alamat Rahmawati, Tim Unit Reskrim Polsek Sawahan langsung mengeler Mardiana.

Rahmawati kemudian ditangkap di rumah kontrakannya di Tambak Kemeraan, Krian, Sidoarjo. (E1)