Ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Sidoarjo Siapkan Bantuan Sembako

SIDOARJO (jurnalsidoarjo.com) – Konsekuensi dari masa inkubasi covid 19 di Kabupaten Sidoarjo, berdampak pada ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah mempersiapkan bantuan berupa sembako, hal ini diungkapkan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin yang akrab disapa Cak Nur pada saat diskusi dengan relawan terkait pemberian jaminan hidup pasien PDP, Kamis (09/04) di Pendopo Delta Wibawa.

Pada momen ini, Cak Nur menegaskan kembali kepada Dinas Sosial, apakah benar jumlah penduduk miskin di Sidoarjo, berdasarkan data dari PKH sejumlah lebih kurang 135.000?. Kita sudah menganggarkan untuk bantuan sebesar Rp. 40 Milyar. “Saya berharap data ini betul-betul rasional, karena ini masalah yang pelik dan harus hati-hati,” ungkapnya.

Selain itu bantuan sembako juga akan didistribusikan kepada 24.000 keluarga yang terdampak Civid 19 di luar data PKH, ini leading sectornya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, saya mohon bantuan kepada para relawan yang tergabung dalam Tagana dan Forest ( sedekah rombongan, ILS dan Galena) dalam hal pendistribusian bantuan untuk keluarga diluar PKH,” pintanya.

Sekretaris Dinas Sosial, Drs. Ahmad Misbahul Munir, M.Si, basis data kami ada 135.000 keluarga dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Didalamnya ada 35.000 keluarga Penerima Manfaat (PKM), ada yang mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Lasung Tunai (BLT).

Dari data 135.000 keluarga itu juga ada 73.000 keluarga penerima Bantuan Sosial Pangan( BSP), yang diterima setiap bulan, setiap tanggal 5. Sebelum ada wabah ini jumlah bantuannya sebesar Rp. 110.000, di tahun 2020 naik menjadi Rp. 150.000.
Sejak adanyah wabah covid 19 bantuannya naik menjadi Rp. 250.000 untuk 6 bulan kedepan. Namun bantuan tersebut tidak bisa diambil uang harus dibelanjakan ke agen yang ditunjuk.

Pada saat ini pusat meminta data dari 135.000 keluarga miskin yang belum mendapat bantuan sebesar 27.000 keluarga. Daerah juga ada bantuan Raskin APBD, sejak tahun 2019 ini kami sampaikan dalam bentuk non tunai, penerimanya adalah 5.000 keluarga di luar data 73.000 KPM. Sementara dari relawan Sedekah rombongan telah membagi paket sembako sejumlah 3000 paket sembako, sudah didistribusikan ke 18 kecamatan, dan rencananya dari relawan Galena juga akan mendistribusikan 2.500 paket sembako.

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, M. Ainur Rahman, menggaris bawahi bahwa bantuan 24.000 keluarga, mohon koordinasi yang baik dengan relaawan, dengan Desa, kecamatan dan Disperindag Kabupaten Sidoarjo, agar tidak terjadi tumpang tindih data.

Selain itu, kami berharap datanya bisa masuk dulu ke kami baru bisa dilakukan pendistribusian bantuan sembako, karena ini terkait pertanggung jawaban anggaran Dinas Perindag Kabupaten Sidoarjo. “Untuk data penerima bantuan yang 135.000 keluarga sudah tidak bisa diutak – atik lagi karena itu sudah terdata di pusat,” jelasnya. Kami mohon ada koordinasi dan kerjasama yang baik, baik itu dalam hal pengumpulan data dan pendistribusian bantuan. Sehingga bantuan ini tepat sasaran dan merata. (E1)