8 Tanda dan Gejala Malaria pada Anak

Anak Anda mengalami demam tinggi? Baiknya perlu diwaspadai karena demam, yang adalah gejala dari suatu penyakit, bisa jadi merupakan pertanda adanya penyakit serius yang tengah dialami si kecil. Salah satu dari penyakit tersebut adalah malaria. Malaria adalah penyakit serius yang jika tidak segera ditangani bisa mengancam jiwa. Lantas, apa saja tanda dan gejala malaria pada anak?

Apa Itu Malaria?
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium. Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles, tepatnya anopheles betina. Setelah berhasil masuk, parasit lantas tumbuh dan berkembang di dalam hati (liver).

Malaria adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan secara langsung. Penyakit ini hanya dapat tertular apabil seseorang tergigit oleh nyamuk yang sebelumnya menghisap darah orang yang menderita malaria. Transfusi darah juga jadi cara penyebaran parasit malaria. Sedangkan janin dari ibu yang menderita malaria juga tak luput risiko terkena malaria (malaria kongenital).

Penyebab Malaria pada Anak
Sama seperti pada orang dewasa, penyebab malaria pada anak juga karena gigitan nyamuk anopheles betina yang membawa parasit plasmodium, yang mana plasmodium inilah yang menjadi sumber penyakit malaria.

Akan tetapi, usia anak-anak yang notabene sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna menjadikan mereka kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit ini. Meskipun kasus malaria pada anak tidak se-masif demam berdarah dengue (DBD), tetap saja Anda para orangtua harus tetap waspada mengingat penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Gejala Malaria pada Anak
Kendati demikian, tanda dan gejala malaria pada anak nyatanya tidak selalu sama seperti halnya malaria yang terjadi pada orang dewasa. Guna mengantisipasi kemungkinan buah hati Anda mengalami malaria, berikut adalah gejala malaria pada anak yang perlu diketahui dan diwaspadai.

1. Demam Tinggi
Ciri-ciri malaria pada anak yang umum terjadi adalah demam tinggi. Namun, alih-alih seperti orang dewasa di mana demam yang terjadi bersifat periodik, yakni demam naik turun dalam kurun waktu tertentu, maka gejala malaria pada anak berupa demam tinggi terjadi secara terus menerus selama penyakit malaria belum sembuh.

2. Gejala Flu
Tak hanya demam, tanda dan gejala malaria pada anak juga bisa menyerupai gejala flu, seperti, batuk, bersin, pilek, yang berlangsung selama 1 – 2 hari.

3. Kejang
Tubuh mengalami kejang adalah gejala malaria pada anak selanjutnya yang dapat dikenali. Kondisi kejang ini diakibatkan oleh infeksi parasit malaria yang sudah sampai ke sistem saraf di dalam tubuh. Kejang pada perkembangannya bisa menyebabkan anak juga mengalami gejala lainnya, seperti mengigau, hingga tidak sadarkan diri.

4. Ikterus
Ikterus adalah kondisi di mana terjadi perubahan warna pada mata dan kulit menjadi kekuningan. Ciri-ciri malaria pada anak yang satu ini dikarenakan telah terjadi kerusakan pada sel hati (liver) akibat infeksi parasit malaria.

Tak hanya itu, akibat kerusakan sel liver tersebut, liver akan mengalami pembengkakan yang dapat dikenali dari kondisi perut penderita yang membesar.

5. Diare
Gejala diare adalah kondisi yan juga lazim dialami oleh anak yang terserang penyakit malaria. Pada kasus ini, anak akan mengalami gejala muntah, dan buang air besar (BAB) dengan feses yang disertai lendir dan berwarna hijau gelap.

Jika anak Anda mengalami diare akibat malaria, maka perlu ditangani sesegera mungkin mengingat kondisi ini lama kelamaan akan menyebabkan dehidrasi.

6. Tubuh Terasa Lemas
Jika gejala-gejala di atas disertai dengan tubuh si anak yang terasa lemas dan mudah mengantuk, bisa jadi memang ia terserang malaria. Untuk itu, segera bawa anak Anda ke dokter agar bisa diperiksa dan diobati sebelum kondisi bertambah parah.

7. Napas Cepat
Si kecil juga kemungkinan akan bernapas lebih cepat dari biasanya jika memang ia mengalami penyakit malaria pada anak. Kondisi ini juga hendaknya jadi pedoman untuk Anda agar bisa melakukan penanganan medis secepatnya.

8. Nafsu Makan Hilang
Perhatikan juga jika sang buah hati yang biasanya doyan makan, tiba-tiba nafsu makannya hilang tanpa sebab. Nafsu makan yang hilang juga jadi salah satu gejala malaria pada anak yang pasti terjadi.

9. Perdarahan
Pada kondisi yang sudah mengkhawatirkan, tanda dan gejala malaria pada anak juga bisa disertai oleh perdarahan, di mana perdarahan ini dapat ditemui di sejumlah area tubuh seperti hidung, gusi, dan organ pencernaan.

10. Volume Urin Sedikit
Parasit plasmodium penyebab malaria pada anak juga bisa saja menyerang organ ginjal. Jika sampai ini terjadi, maka gejala malaria pada anak dalam konteks ini yaitu berupa sedikitnya volume urin yang dikeluarkan.

Pengobatan Malaria pada Anak
Pengobatan malaria harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan jenis parasit yang menjadi penyebab malaria pada anak.

Oleh karena itu, perlu adanya pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter guna memastikan diagnosis malaria yang terjadi pada anak Anda. Apabila anak mengalami gejala malaria pada anak di atas, segera kunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan langkah pengobatan.

Pencegahan Malaria pada Anak
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini dibawa oleh nyamuk anopheles betina. Maka dari itu, cara mencegah malaria yang paling penting adalah dengan menghambat perkembangbiakan nyamuk anopheles tersebut.

Selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat potensial nyamuk anopheles berkembang biak seperti wadah yang berisi air adalah langkah utama dalam mencegah malaria. Selain itu, sejumlah cara mencegah malaria pada anak lainnya meliputi:

Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh
Makan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh
Olahraga teratur
Istirahat yang cukup
Menggunakan pakaian lengan panjang saat di luar ruangan
Menggunakan krim penolak nyamuk. (info)

sumber : doktersehat. com