26 Adegan di Rekonstruksi Pembunuhan Bayi

SIDOARJO – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan rekonstruksi pada kasus RM (18) pelajar Desa Kwangsa, Kecamatan Sedati, yang tega mengubur bayinya hasil hubungan gelap dengan ML (15), warga Desa Pepe, di tempat pemakaman umum (TPU), Desa Kwangsan, Dusun Wagir.

“Hari ini sedang melaksanakan rekonstruksi untuk memastikan fakta fakta persesuaian yang terjadi di TKP,” kata Kompol Muhammad Harris Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Rabu (9/1)

Diungkapkan Harris, dimana pada reka ulang ini ada sebanyak 26 adegan, pada saat mengubur bayinya ditemukan fakta baru. Ternyata pelaku sudah merencenakan dengan membawa linggis untuk menggali kuburan kelokasi.

“Disini ada yang berbeda dan itu tidak diungkap sebelumnya,” katanya.

Lanjut dijelaskan Harris, sesampai diwarung pelaku meminta si perempuan untuk menunggu. Lalu, pelaku menggali dahulu kuburan. Setelah selesai mengali kuburan, kemudian mengambil bayi dari si perempuan.

“Disitu sempat yang perempuan menghalangi dan untuk tidak mengkubur bayi tersebut,” terangnya.

Masih kata Harris, bahkan pada saat dikubur terdengar suara tangis dari bayi itu. Meski sudah tertutup oleh tanah, lalu yang perempuan berusaha mengambil tapi tetap dicegah oleh pelaku.

“Dari keterangan pelaku sama perempuan sempat cekcok. Namun pada akhirnya keduanya meninggalkan lokasi,” ucapnya.

Dalam kasus ini, menurutnya masih ada satu tersangka dalam kasus ini . Sementara yang perempuan hanya sabagai saksi dan sudah dirumah keluarganya.

“Semantara untuk tersangka masih satu orang pelaku belum ada tersangka lagi. Dia dikenakan pasal berlapis. Pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” tukasnya. (IH)